Pariwisata

Danau Sebedang

Danau Sebedang
Konon, danau yang menjadi sumber air bersih bagi penduduk beberapa kecamatan di Sambas dan juga menyimpan berbagai kekayaaan ekosistem ini, dulunya adalah tempat peristirahatan favorit para sultan Sambas beserta keluarganya.
Luas danau ini mencapai 1 km2, dikeliling oleh perbukitan yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut. Letaknya di Desa Sebedang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalbar. Atau tepatnya sekitar 202 kilometer dari Kota Pontianak dengan transportasi darat.



Batu Belimbing
Konon, batu ini terus membesar hingga sebesar saat ini. Foto: Ricky Martin
Batu belimbing, sepintas memang seperti nama buah, yah. Tapi ini adalah sebuahtempat yang ada di Kecamatan Pajintan, Singkawang Timur, Kalimantan Barat.
Dulu, batu ini disebut Batu Pulau karena bentuknya dianggap menyerupai pulau.
Batu ini juga pernah dijuluki Batu Bergantung karena batu ini seperti terapung di atas air.
Konon, batu belimbing dulunya tidak sebesar sekarang, lho. Batu ini tumbuh semakin besar.
Beneran enggak, sih? Hmm, tidak ada bukti foto soal batu ini dulu dan sekarang.
Ada juga yang mengatakan, Batu belimbing ini adalah meteor yang jatuh dari langit. Benarkah? Lagi-lagi tidak ada bukti bahwa batu ini adalah batu meteor.
Katanya lagi, dulu pernah ada potongan batu belimbing yang terlepas dari batu yang besar.
Potongan batu itu menjadi seperti anak batu belimbing yang juga tumbuh seperti induknya. Misteri ini pun tidak terbukti dan tidak foto soal itu.

Siapa yang tertarik melihat misteri batu belimbing?
Batu belimbing ini memang fenomena alam yang unik. Banyak wisatawan datang untuk menyaksikan keindahannya. (Sigit Wahyu/Potneg/Annisa/Kidnesia)

Pantai Pasir Panjang




Pantai Pasir Panjang Pantai Pasir Panjang adalah Obyek wisata yang paling menarik di Singkawang Pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan selama 20 menit (17 Km) dari pusat Kota Singkawang ke arah Pontianak. Pantai sepanjang 3 Km ini memiliki pasir yang putih dan air yang tenang. Kondisi jalan masuk telah beraspal dan tersedia kendaraan umum menuju ke tempat ini. Pantai dengan keindahan hamparan pasir putih dan bebatuan serta panorama alamnya yang masih alami, ditambah dengan dengan air laut yang tenang dan jernih menambah indahnya suasana terutama pada saat matahari terbit dan terbenam.

Pantai ini terletak kurang lebih 15 Km sebelah selatan pusat kota Singkawang dengan fasilitas pendukung yang tersedia seperti kolam renang, motel, pemancingan, restoran, diskotik dan sarana bermain. Terdapat sarana olah raga bermotor seperti track/sirkuit bagi para kawula muda untuk menyalurkan bakatnya dalam road race maupun grass track. Dengan air laut yang tenang pantai ini juga cocok untuk berkembangnya olah raga jetsky dan parasailling. Pasir panjang merupakan kawasan yang strategis karena letaknya dipinggir jalur transportasi antara ibukota propinsi, Pontianak dengan Kota Singkawang dan kota-kota disekitar jalur Utara Kalimantan Barat. Pantai Pasir Panjang telah lama menjadi tempat rekreasi yang terkenal, menghadap ke Laut Natuna serta beberapa pulau kecil di sekitarnya antara lain Pulau Randayan, Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung.
Pulau Randayan Kecil dikenal akan keindahan panorama batu-batu karang dan berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan laut lainnya. Pulau ini memiliki pantai dengan warna air yang sangat indah, cocok untuk olah raga menyelam. Tersedia vila-vila kecil yang menghadap ke laut dengan panorama yang menarik. Tempat ini dapat dicapai dalam dua jam dengan mengendarai speed boat dari Pantai Pasir Panjang. Pantai Batu Payung terletak tidak jauh dari Pantai Pasir Panjang dan menawarkan sejumlah keindahan alam dan panorama dengan pulau-pulau kecil yang menghijau di kejauhan. Obyek wisata ini adalah tempat yang cukup tenang untuk beristirahat. Pantai Batu Payung memiliki pasir yang putih dan bebatuan yang menjorok ke laut. Pantai Gosong terletak di sebelah selatan Kota Singkawang dengan jarak tempuh sekitar satu jam, dan di sepanjang jalan menuju lokasi wisata ini terlihat keindahan desa-desa yang dilalui.
Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang luas dan panorama Pulau Semesak di kejauhan, di sebelah barat pantai terdapat sebuah bukit bebatuan yang tingginya mencapai 30 meter. Taman wisata Bougenville kawasan wisata yang berada 6 kilometer sebelah selatan dari pusat Kota Singkawang terletak diwilayah perbukitan Pangmilang serta dikelilingi oleh gunung-gunung, menjadikan bukit ini terasa sejuk dan nyaman. Dinamakan Bukit Bougenville karena diareal taman ini ditumbuhi dengan berbagai jenis species bunga bougenville yang bibitnya tidak hanya berasal dari alam lokal akan tetapi juga ada yang sengaja didatangkan dari luar negeri.Pada taman bougenville ini juga telah berhasil dikembangkan sebanyak 46 species tanaman Bougenville. Kesejukan hawa alam pegunungan dan hamparan bunga bougenvile yang tertata apik menambah semaraknya suasana hati untuk berlibur bersama keluarga.
LAST_UPDATED2
 

Hakcipta © 2011 Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak.
Semua Hak Dilindungi.


Taman Nasional Gunung Palung

(Jakarta - IMN) Taman Nasional Gunung Palung merupakan taman nasional yang terletak di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kawasan ini dikukuhkan sebagai kawasan taman nasional pada 24 Maret 1990 melalui SK Menteri Kehutanan No. 448/Kpts-II/1990. Luas wilayah kawasan ini adalah 90.000 ha.

Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan terdiri dari berbagai jenis ekosistem. Hutan di kawasan taman nasional ini terdiri dari hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mapah tropika, hutan mangrove, dan hutan pegunungan.

Menurut catatan dephut.go.id, beberapa jenis tanaman yang ada di Taman Nasional Gunung Palung ini adalah jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonistylus bancamus), damar (Agathis berneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), tanaman bakau (Rhizopora spp.), kendeka (Bruguiera spp.), dan berbagai tanaman obat.



Selain itu, kawasan ini menjadi habitat beberapa golongan primata, misalnya orang utan (Pongo pigmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), owa (Hylobathes agilis), dan kelasi (Hylobathes frontata). Ada pula berbagai jenis hewan lain, misalnya beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), klampiau (Hylobates muelleri), kukang ((Nyticebus coucang borneanus), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), kancil (Tragulus napu borneanus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), ayam hutan (Gallus gallus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang gading (Rhinoplax vigil), kura-kura gading (Orlitia Borneensis), penyu tempayan (Caretta caretta), buaya siam (Crocodylus siamensis), tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis), dan sekitar 200 jenis burung.

Taman Nasional Gunung Palung juga telah menjadi salah satu kawasan konservasi orang utan di Indonesia. Taman nasional ini menjadi habitat bagi 10 persen dari populasi orang utan yang hidup di dunia (Berkmoes et.al, 2010). Orang utan yang hidup di kawasan ini adalah orangutan jenis Pongo pygmaues wumbii.



B. Keistimewaan

Di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, terdapat satu spesies anggrek, yakni Anggrek Hitam (coelogyne pandurata), yang banyak terdapat di sekitar Sungai Matan. Anggrek Hitam biasanya mekar selama 5-6 hari di bulan Februari hingga April. Spesies ini dinamakan Anggrek Hitam karena ada warna hitam pada bagian tengah bunganya. Tentu akan sayang sekali jika para pencinta tanaman anggrek melewatkan saat-saat bunga itu mekar.

Selain kawasan hutan yang masih alami, Taman Nasional Gunung Palung juga menawarkan berbagai obyek wisata lain yang mempesona, di antaranya Pantai Pulau Datok, air terjun, keanekaragaman berbagai satwa, dan kebudayaan masyarakat sekitar. Bagi Anda yang suka mendaki gunung, Anda dapat melakukan pendakian di Gunung Palung (116 m dpl) atau Gunung Panti (1050 m dpl).

Selain untuk tujuan obyek wisata dan petualangan alam bebas, taman nasional ini juga menjadi pusat penelitian atas berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Pusat penelitian di kawasan ini adalah Stasuin Riset Cabang Panti, sebuah stasiun penelitian yang didirikan pada 1985 di sisi barat kaki Gunung Palung.

C. Lokasi

Secara administratif Taman Nasional Gunung Palung berada di wilayah Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia.

D. Akses

Para wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Gunung Palung dapat menempuh beberapa jalur.

Pertama, dari Pontianak menuju Ketapang dengan pesawat udara (2,5 jam) atau dengan Express Boat (6 jam). Kemudian, perjalanan dari Ketapang ke Teluk Melano ditempuh dengan minibus (2 jam). Perjalanan dari Teluk Melano ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat (6 jam).

Kedua, perjalanan dari Pontianak ke Teluk Batang dapat ditempuh dengan menggunakan Express Boat (4 jam). Dari teluk Batang ke Teluk Melano, dapat ditempuh dengan minibus (1 jam), dan Teluk Melano ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat (6 jam).



E. Harga Tiket

Tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Palung adalah:

Wisatawan internasional Rp 10.000/orang/entri dan wisatawan domestik Rp 1000/orang/entri.



Kamera dan kamera video dikenakan biaya sebagai berikut:

Biaya kamera digital atau kamera analog bagi wisatawan internasional Rp 25.000/unit, bagi wisatawan domestik Rp 2.500/unit.

Kamera video untuk wisaatawan internasional Rp 100.000/unit, kamera video untuk wisatawan domestik Rp 25.000/unit.



F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Salah satu fasilitas yang ada di Taman Nasional Gunung Palung adalah Post Resort. Kawasan ini dikelola oleh para personel yang dilengkapi dengan peralatan komunikasi serta transportasi darat dan air. Selain itu, ada juga Shelter Wisata yang menjadi tempat rekreasi dan wisata alam. Fasilitas yang ada di Stasiun Peneliti Cabang Panti adalah fasilitas kamp peneliti, laboratorium, tempat tinggal pengelola, dan perpustakaan. Para wisatawan juga dapat menyewa rumah penduduk sebagai tempat tinggal atau tinggal bersama mereka (local home-stay), atau mendirikan kemah di lahan perkemahan. Selain itu, tersedia pemandu wisata yang akan mengantar Anda menjelajahi kawasan taman nasional ini. 


Pantai Kura-Kura

Pantai kura-kura yaitu sebuah pantai yang terletak di kabupaten bengkayang, yang berbatasan langsung dengan kota singkawang ..... pantaai ini terdapat di daerah tanjung gundul.... mengapa disebut tanjung gundul? Karena dulunya tanjunng ini dipenuhi dengan pepohonan ... akan tetapi yang tersisa saat ini hanyalah sebuah tanjung tanpa pepohonan yang menghiasinya, kalau adapun itu hanyalah rerumputan dan semak saja...
Patai kura-kura juga dekat dengan tempat pelatihan militer SECATA B... waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai lokasi wisata ini -+ 45 menit perjalanan dari kota singkawang.... mungkin tak banyak orang yang mengetahui lokasi wisata ini, hal ini terjadi karena sedikit informasi tentang lokasi wisata ini dan juga akses menuju lokasi wisata ini yang belum diakomodir dengan baik... dimana banyak terdapat jalan yang berlubag dan digenangi air.... serta kurangnya fasilitas di lokasi wisata ini.... fasilitas yang tersedia yang tersedia di lokasi wisata ini hanya sebatas fasilitas standar untuk sebuah lokasi wisata.. seperti saung untuk bersantai, warung makan, toilet, dan beberapa vila yang merupakan milik dari sebuah PT(perseroan terbatas)... di tempat ini juga terdapat sebuah tempat pembudidayaan udang yang dikelola oleh pihak yang kompeten dibidangnya....

Pemandangan lokasi wisata ini cukup indah .... dimana pantai ini masih cukup asri..., ditambah dengan adanya pepohonan pinus yang ditanam oleh pengelola di sepanjang tepian pantai semakin menambah keindahan pantai ini...

Dan sebuah bukit yang ada di pantai ini, dari bukit ini kita dapat melihat pemandangan yang lebih indah dimana pantai akan terlihat sangat berbeda di dekat bebatuannya... jika cuaca sedang bagus, kita bisa melihat sebuah pulau yang terdapat di seberang pantai... dan pada sore harinya kita dapat melihat sunset pula....Mempertahankan kondisi alam yang asli bisa menjadi konsep pengembangan objek wisata di Kalbar. Pantai Kura Kura dikelola memperhatikan konsep tersebut. Lingkungan pantai dipertahankan keasriannya sehingga turis asing pun tertarik menikmati keindahan alam.



PhotobucketLokasinya 
Pantai Kura Kura dalam kurun waktu satu tahun mulai dikenal. Pantai terletak di Kabupaten Bengkayang. Untuk mencapai lokasi wisata itu, dari Pontianak harus menempuh jalan sekitar 110 km selama 3 jam untuk sampai ke Tanjung Gundul. Bila dari Singkawang perjalanan ke Tanjung Gundul bisa mencapai 20 menit karena jaraknya sekitar 15 km. Setelah sampai ke areal Tanjung Gundul, kita harus meneruskan perjalan sekitar 3 km untuk dapat mencapai pantai Kura Kura yang berada di balik bukit kecil di bibir pantai.
Sampai dilokasi kita akan terpesona melihat keindahan alam. Terlihat dua Cottage dan satu Dangau. Tempat itu semuanya terbuat dari bahan-bahan alam. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya dari Rumbia, lantainya dari batu bata dan arsitekturnya menyerupai rumah penduduk di kampung.
Satu Cottage dipergunakan untuk tempat tinggal, disitulah pemilik dan pengelola Pantai Kura Kura menetap. Satu Dangau dan Cottage diperuntukan bagi turis ataupun tamu yang berkunjung ke sana. Dalam Cottage berukuran 7 x 10 meter ada dua kamar, sedangkan di Dangau tidak ada kamar.

Sekitar sepuluh meter dari tempat itu, terlihat jelas hamparan pasir berwarna kuning emas yang bersih. Bibir pantai yang landai dan masih asri itu, yang dikelola sekitar 700 meter. Air laut nan biru semakin menambah suasana pantai indah. Melalui pantai itulah kerap kali Kura Kura (Binatang langka yang dilindungi,red) naik ke darat untuk bertelur. Ketika hari mulai senja di ufuk Barat tampak matahari tenggelam, maka pemandangan alam yang indah dapat disaksikan. Keindahan alam karunia Illahi, tak akan dapat dijumpai seperti negara yang memiliki empat musim.

Photobucket

Pemandangan ke arah laut natuna yang luas dan terlihat jelas beberapa pulau. Seperti pulau Kabung dan Penata. Saat malam menjelma, tak ada cahaya listrik di pantai Kura Kura. Hanya mengandalkan sinar bulan dan cahaya bintang dilangit. Terasa indah ketika kita menikmati syahdunya alam pantai ketika malam hari. 

Di Cottage pun, tak akan kita jumpai terangya lampu listrik. Yang ada adalah cahaya lampu minyak, yang bersahabat dengan lingkungan. Suasana kampung sangat terasa.

Menurut Charlie Robertson dan Siska Robertson pemilik dan pengelola Pantai Kura Kura, sudah setahun lebih mereka menetap di lokasi pantai. melihat potensi alam yang indah, maka daerah itu dikelola untuk kepentingan wisata. tujuan utama adalah bagi turis luar negeri. Karena turis luar akan sangat tertarik dengan objek wisata yang alamnya masih asli. "Suasana pantai tetap kami pertahankan agar tetap asli. Kita tidak ingin pantai ini terlalu banyak dibenahi,'' katanya.

Salah satu alasan mendasar mereka tetap mempertahankan lingkungan, adalah karena dipantai itu sering disinggahi Kura Kura. Hewan yang dilindungi itu bertelur dipatai, dan tetap dilindungi mereka. Makanya, ketika malam hari pengelola pantai hanya menggunakan lampu minyak untuk penerangan.
Meski baru setahun dikelola, namun keindahan alam di Pantai Kura Kura sudah terkenal hingga ke mancanegara. Pantai pasir emas dipadu dengan birunya air laut dan lingkungan yang masih asli menjadi daya tarik bagi turis. Bahkan daya tarik pantai bisa mengalahkan pantai kuta di Bali.
Mulai dilirik pantai kura-kuranya. Awal November 2003, di Pantai Kura Kura tempat berteduh dan mulai menjaga dan mengelola pantai yang masih asli itu. Pohon kelapa yang sudah tua ditebang diganti dengan bibit kelapa yang baru. Lahan yang gersang di lereng bukit ditanami pohon, sedangkan kawasan pantai tetap dipertahankan keasliannya. Pantai itu sangat bersih dengan hamparan pasir warna kuning keemasan. Ini menjadi daya tarik bagi turis asing.

Menurut warga asal Skotlandia itu, sejak pantai kura kura (Kura Kura Beach) dikenalkan ke mancanegera, sudah ada beberapa turis asing yang menikmati keindahan alam di pantai. Sebut saja turis dari Slovenia, Amerika Serikat dan Belanda pernah berkunjung. Umumnya turis menikmati keaslian alam lebih dari satu minggu. Mereka betah mandi di pantai, berjemur dipasir dibawah sinar matahari, menikmati sunset, dan menikmati angin malam dibawah temaran cahaya bintang di langit. Bosan dengan suasana dipantai, turis berkunjung ke kampung yang tak jauh dari pantai. Mereka berbaur dengan masyarakat tradisional. "Turis asing sangat tertarik dengan suasana alam yang masih asli dan suasana perkampungan yang tradisional.
Kedepannya untuk pantai kura-kura. Mungkin kedepan perlu dipertimbangkan agar di Pantai ini ada dapat sinyal," harapnya. Pengembangan ke depan, pasangan suami istri ini menginginkan, dunia pariwisata di Kalbar ini harus mempunyai jaringan yang terpadu. Organsisasi pariwisata, pengusaha travel dan transportasi serta pengelola objek wisata harus memiliki jaringan dalam mengembangkan wisata. Sehingga turis yang datang dapat merasakan pelayanan yang optimal, dan keamanan mereka terjamin. " Bila kenyamanan dan keamanan dari turis asing yang berkunjung ke kalbar ini terjamin maka objek wisata di Kalbar akan banyak lagi dikunjungi turis.



PhotobucketHewan yang ada di pantai kura-kura

Dan di pantai kura-kura identik dengan binatang yang bernama kura-kura, hewan satu ini memiliki jenis yang cukup banyak. Ia hidup di laut dan memiliki kesamaan dengan kura-kura. Hewan ini dapat berenang sampai kecepatan 50km/jam,tapi ia sangat lambat jika berada di darat. Gerakannya yang unik dan khas seakan menggambarkan kelihaian perenang dasar laut yang mempesona. Ini mungkin bisa menggambarkan betapa unik dan indah melihat hewan ini berenang bebas di bawah permukaan laut. Dengan menggerakkan kedua kaki renang depan untuk mengontrol gerakan dan kecepatan, hewan ini bergerak gesit di dasar laut. Juga dengan bantuan kaki belakang sebagai penyeimbang seakan memberikan kesempurnaan gaya renang yang memukau. Binatang di pantai kura-kura binatang kura-kura atau penyu dan monyet. 

Photobucket

Gerakannya yang unik dan khas seakan menggambarkan kelihayan perenang dasar laut yang mempesona. Ini mungkin bisa menggambarkan betapa unik dan indah melihat penyu laut berenang bebas di bawah permukaan laut. Dengan menggerakkan kedua kaki renang depan untuk mengontrol gerakan dan kecepatan, hewan ini bergerak gesit di dasar laut. Juga dengan bantuan kaki belakang sebagai penyeimbang seakan memberikan kesempurnaan gaya renang yang memukau.



PhotobucketBentuk penyu.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.

Keberadaan Penyu

Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini
dan ada juga binatang monyet yang berada dipantai kura-kura tersebut untuk bisa kita lihat dan kelucuan monyet tesebut.


Taman Nasional Danau Sentarum
“Kalian adalah orang – orang yang beruntung, saya yang sudah bertahun – tahun disini saja baru pertama kali melihat pemandangan danau sentarum seindah ini”, itulah kata – kata yang keluar dari mulut sang pengemudi long boat yang kami tumpangi saat kami kembali ke mes taman nasional seusai berkunjung ke rumah panjang dayak iban.
Sudah tidak terasa Pertemuan Mahasiswa Pencinta Alam tingkat universitas se Indonesia sudah yang ke 22 kalinya, yang artinya sudah 22 tahun pertemuan ini rutin digelar setiap tahunnya diberbagai daerah. sama dengan umur saya saat ini. Suatu kebanggaan besar bagi saya dapat mewakili Lawalata dalam acara yang dilakukan rutin setiap tahunnya. Bertemu dengan kawan – kawan baru, alam yang baru, dan bertukar ilmu pengetahuan.
TWKM kali ini dilaksanakan di Pontianak pada tanggal 18 – 26 Oktober 2010. Dan Lawalatapun turut andil dalam kegiatan ini dengan mengirimkan 4 delegasinya. 1 orang sebagai peserta temu wicara, dan 3 orang lainnya sebagai peserta kenal medan. Ada beberapa lokasi kenal medan dalam acara ini, untuk gunung hutan terletak di gunung Bawang, caving dan climbing terletak di Bukut Kelam ( Sintang ), fun diving terletak dibeberapa pulau di Singkawang dan lingkunan hidup berlokasi di Taman Nasional Danau Sentarum. Masing – masing dari ke 3 anggota Lawalata yang mengikuti kenal medang ikut ambil bagian dalam divisi caving dan lingkungan hidup, 1 anggota di caving, dan dualainya di Lingkungan Hidup.
18 oktober 2010 sekitar pukul 22.00 Tim Kenal Medan diberangkatkan menuju lokasi masing – masing divisi. Untuk menuju lokasi kenal medan yaitu Taman Nasional Danau sentarum membutuhkan waktu 24 jam, 18 jam perjalanan darat, dan 6 jam perjalanan air. Semua itu sangat melelahkan, bahkan salah satu dari peserta mengalami kecelakaan bocor kepala akibat terbentur rumah lampu yang terdapat di dalam bus. “di Sumatera Jalannya bagus dan luas, supir buspun jarang yang melakukan kebut – kebutan, disini jalannya jelek dan sempit supir malah kebut-kebutan” kata – kata tersebut terlontar dari seorang peserta yang berasal dari Palaspa Palembang. Entah sebutan apa yang pantas untuk para supir bus disana, dengan mengenakan baju lengan pendek, dan leher dibaluti handuk kecil sambil memegang rokok. Keesokan harinya kamipun tiba di Kabupaten Kapuas hulu, namun bis yang kami gunakan tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terjebak banjir. Ojek ketintingpun terpaksa kami gunakan untuk menuju kapal bandung yang sudah menunggu di aliran sungai Kapuas. Perjalanan menuju danau sentarumpun belum selesai, kami harus menaiki kapal bandung selama 6 jam untuk menuju lokasi kegiatan. Dengan perjalanan yang sangat melelahkan pada pagi hari tanggal 20 oktober kamipun tiba di Taman Nasional Danau Sentarum. Namun kelelahan menuju kelokasi tersebut terbayar lebih dengan semua yang ada disana, pemandangan yang indah, sambutan yang sangat ramah, dan kawan – kawan yang selalu ceria walaupun dalam keadaan lelah dan menegangkan.
Taman Nasional Danau Sentarum merupakan Taman Nasional yang memiliki luas 132.000 ha, keunikan dari kawasan ini terdapat banyak sungai – sungai kecil sampai besar, dan merupakan lahan basah ( wetlands ) terbesar di Indonesia atau mungkin di dunia. Hingga saat ini terdapat 675 jenis spesies yang tergolong dalam 97 suku, 154 jenis anggrek. Dari jumlah tersebut 33 jenis merupakan jenis endemik dan 10 jenis merupakan jenis baru. Terdapat berbagai macam tipe habitat di Taman Nasional Danau Sentarum, antara lain Hutan rapak gelgah, Hutan rawa terhalang, hutan rawa tegakan, hutan riparian, hutan rawa gambut, hutan dataran rendah perbukitan, dan hutan kerangas. Dari segi fauna terdapat 265 jenis ikan, 147 jenis mamalia, 310 jenis burung, dan 31 jenis reptile.
Sesampainya di kantor resort Taman Nasional sambutan hangatpun kami terima dari petugas – petugas disana. Rupanya beberapa dari mereka adalah seorang pencinta alam sewaktu masa perkuliahan, dan kamipun dianggap sebagai saudara oleh mereka sesuai dengan kode etik pencinta alam bahwa sesama pencinta alam adalah saudara. Sepanjang perjanan tumbuhan – tumbuhan dengan vegetasi gambut selalu kami jumpai. Kebosananpun sudah mulai terlihat dibeberapa raut muka peserta. Namun alangkah menakjubkan saat kami menaiki bukit yang berada tepat dibelakang kantor resort. Dari atas bukit tersebut seluruh kawasan taman Nasional Nampak terlihat, pohon – pohon yang tingginya lebih dari 20 m terlihat seperti busa – busa yang mengapung diatas danau. Indahnya danau sentarum dari atas bukit tidak dapat kami nikmati terlalu lama, cuaca yang buruk membuat kami harus segera turun dari bukit dan kembali ke resort. Berenang dan berkeliling danau dengan speed boat selalu kami lakukan setiap hari disana, namun tidak hanya keindahan dan kesenangan yang kami dapatkan. Setiap malam kami disuguhi dengan materi – materi mengenai lingkungan hidup, terutama kondisi Taman Nasional saat ini, tentang kearifan lokal ( local wisdom ) masyarakat disana, flora fauna khas kawasan, sejarah Taman Nasional, pengelolaan taman nasional yang berbasis masyarakat, sampai dengan panen raya dan pembuatan madu organik.
Hari kedua kami berada disana langsung disuguhi dengan materi fotografi pada pagi hari, siang hari sampai dengan sore kamipun langsung melakukan pengambilan gambar disekitar Taman Nasional, dan malam harinya evaluasi hasil pengambilan gambar dilakukan. Tak disangka rupanya banyak evaluasi terhadap gambar yang telah kami ambil, walaupun menurut kami semua ini sudah bagus. Dan keesokannya para pesertapun berlomba – lomba untuk mendapatkan gambar yang terbaik dengan berbekal ilmu baru mengenai fotografi yang didapatkan.
Tidak hanya materi yang kami dapatkan, kamipun diberikan kesempatan secara langsung untuk melihat kehidupan masyarakat disana. Terdapat dua komunitas lokal yang bertempat tinggal di dalam kawasan Taman Nasional, yaitu suku Melayu dan Dayak Iban, Mereka semua telah berada dikawasan tersebut beratus-ratus tahun lamanya, kearifan lokal yang mereka milikipun selalu dipertahankan, dan merekapun menjadi bagian dari ekosistem Danau Sentarum yang tetap mempertahankan kelestarian wilayah tersebut.
Seakan tidak ada habisnya, Danau sentarumpun kembali menunjukan keindahan alamnya, melihat matahari yang terbenam di tengah – tengah danau membuat kami semua terkagum – kagum, seluruh matapun tertuju ke cahaya merah yang keluar dari balik awan. Pemandangan ini sangatlah jarang terjadi, dan kamipun menjadi orang yang sangat beruntung. Kami sempat terdiam beberapa detik karena melihat sun set yang sangat indah, semua terengah – engah dan berusaha mendapatkan moment yang langka ini dalam kamera digital masing – masing. Long boat yang kami gunakanpun diberhentikan di tengah – tengah danua sambil menyaksikan indahnya matahari terbenam.
Tak disangka waktu kami untuk berkunjung ke danau sentarum telah habis, 5 hari berada di Danau Sentarum terasa sangat kurang. malam terakhirpun kami akhiri dengan membakar ikan koman sambil berkarokean sampai pagi. Seluruh peserta dan petugas taman Nasional turut membaur dalam pesta penutupan ini, muka sedihpun terlihat disemua peserta TWKM, seakan tidak ingin meninggalkan Danau Sentarum. Esok paginya pada tanggal 24 Oktober 2010 kamipun kembali ke Pontianak, kesan dan pesan pun banyak kami dapatkat, salahsatunya kembangkan Taman Nasional di daerah kalian agar menjadi seperti Taman Nasional Danau Sentarum, kata – kata itu terucap dari para petugas di sana. Semoga kelestarian dan keindahan alam Kalimantan tetap terjaga.



Pesona Wisata Alam Pancur Aji -  Sanggau


Air terjun Kabupaten Sanggau terletak ditengah – tengah Propinsi Kalimantan Barat memiliki luas wilayah 12.857 Km atau 12.47% dari luas seluruh Propinsi Kalimantan Barat. Sehingga Kabupaten Sanggau memiliki banyak potensi wisata, terutama wisata alam dengan beragam tumbuhan, satwa liar dan jutaan rahasia lainnya.Salah satu tempat wisata alam yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sanggau adalah kawasan wisata Panjur Aji. Terletak tidak jauh dari pusat kota Sanggau kawasan wisata Panjur Aji menawarkan wisata alam dengan kawasan hutan lindung yang banyak terdapat flora langka seperti Kayu Tengkawang, taman anggrek, Kebun binatang seperti orang utan, buaya, aneka burung termasuk burung enggang khas Kalimantan.Panjur Aji juga menawarkan wisata pesona air pegunungan seperti sungai Merobu, Engkuli, bayu, Kenian, Setapang, Mongan dan Sungai Mawang. Arus sungai yang cukup deras merupakan salah satu tantang yang menarik untuk dijelajahi.Objek wisata Pancur Aji terdapat beberpa lokasi wisata diantaranya keindahan alam, keaslian hutan yang menawarkan kesegaran alami.